Ekonomi Indonesia - 1
Tuesday, February 28th, 2006Perekonomian Indonesia saat ini sudah melenceng jauh dari rel perbaikan, karena ada dua kesalahan besar yang dilakukan oleh pemimpin-pemimpin kita saat ini. Kesalahan tersebut adalah:
1. Salah Menghukum
2. Mengambil keputusan berdasarkan kata orang
Salah menghukum
Perekonomian Indonesia terpuruk saat ini adalah diakibatkan banyaknya hutang kepada pihak luar. hal itu adalah dikarenakan para konglomerat Indonesia menerima pinjaman namun tidak menggunakan untuk pembangunan Negara. bahkan ada yang menggelembungkan pinjamannya, yang kemudian dilarikan keluar negeri untuk investasi di sana.
Sekarang yang terhukum siapa?
Kita lihat kebijaksanaan kita sekarang, subsidi-subsidi atas BBM dihapuskan, Bunga pinjamanan (tentunya dalam negeri) dinaikan, tidak ada proteksi untuk barang-barang dalam negeri karena ada pengurangan tariff dan cukai atas barang impor.
Hukuman ini lebih banyak dirasakan oleh rakyat-rakyat kecil. Rakyat kecil untuk berusaha, sangat sulit mendapatkan modal yang murah, bahan-bahan untuk produksi juga menjadi mahal, mau bertani kalah bersaing dengan produk impor yang disubsidi oleh pemerintah asal barang tersebut.
Fatalkah salah menghukum ini? sangat fatal, karena yang membuat kesalahan tidak pernah dihukum, malah sempat diberikan Release and discharge (baca: dibebaskan) dan bisa melanjutkan usahanya di luar negeri, yang tidak bersalah harus menderita di dalam negeri.
Mengikuti Kata Orang
pemimpin perekonomian Indonesia banyak di dominasi oleh Aliran Neo Liberal yang melihat pertumbuhan ekonomi berdasarkan indikator IHSG (Indeks Harga saham Gabungan). IHSG ini berfluktuasi berdasarkan pendapat pasar yang sifatnya temporary dan semu, karena tidak berdampak langsung terhadap pertumbuhan kesejahteraan rakyat.
Fatalkah mengikuti kata orang ini? sangat fatal, karena yang tahu kondisi kita hanyalah diri kita sendiri.
Sebagai contoh kita lihat kisah luqman al hakim.
Luqman berjalan dengan anaknya menuju pasar
Luqman mengendarai himar dan anaknya mengikuti dari belakang,
orang berkata bapak yang kurang ajar anaknya dibiarkan berjalan.
Kemudian anaknya naik himar dan luqman berjalan,
orang berkata anak yang kurang ajar membiarkan orang tua berjalan.
Kemudian mereka naik berdua di punggung himar,
orang berkata dua orang yang kurang ajar kasihan himarnya.
Kemudian mereka turun berjalan disamping himar,
orang berkata dua orang yang kurang ajar tidak memanfaatkan himarnya.
Lihat kalau kita mengikuti kata orang maka kita tidak akan pernah benar, tergantung siapa yang memberikan pendapat,
mau menghancurkan atau mau mebinasakan.
Itu hanya dua kesalahan yang dapat saya pantau dari sudut pandang saya, entah dari sudut pandang lain.
Dengan kesalahan ini apakah perekonomian Indonesia akan pulih? kita optimis akan pulih, namun berapa lama? apakah kita masih sanggup menahan beban ini? Kalau pemulihan dari pemerintah kurang dapat diharapkan, apakah ada yang bisa kita lakukan untuk perbaikan. ????
For Additional Info jawa pos : kwik - Tentang utang IMF