Archive for February, 2006

Ekonomi Indonesia - 1

Tuesday, February 28th, 2006

Perekonomian Indonesia saat ini sudah melenceng jauh dari rel perbaikan, karena ada dua kesalahan besar yang dilakukan oleh pemimpin-pemimpin kita saat ini. Kesalahan tersebut adalah:

1. Salah Menghukum

2. Mengambil keputusan berdasarkan kata orang

Salah menghukum

Perekonomian Indonesia terpuruk saat ini adalah diakibatkan banyaknya hutang kepada pihak luar. hal itu adalah dikarenakan para konglomerat Indonesia menerima pinjaman namun tidak menggunakan untuk pembangunan Negara. bahkan ada yang menggelembungkan pinjamannya, yang kemudian dilarikan keluar negeri untuk investasi di sana.

Sekarang yang terhukum siapa?

Kita lihat kebijaksanaan kita sekarang, subsidi-subsidi atas BBM dihapuskan, Bunga pinjamanan (tentunya dalam negeri) dinaikan, tidak ada proteksi untuk barang-barang dalam negeri karena ada pengurangan tariff dan cukai atas barang impor.

Hukuman ini lebih banyak dirasakan oleh rakyat-rakyat kecil. Rakyat kecil untuk berusaha, sangat sulit mendapatkan modal yang murah, bahan-bahan untuk produksi juga menjadi mahal, mau bertani kalah bersaing dengan produk impor yang disubsidi oleh pemerintah asal barang tersebut.

Fatalkah salah menghukum ini? sangat fatal, karena yang membuat kesalahan tidak pernah dihukum, malah sempat diberikan Release and discharge (baca: dibebaskan) dan bisa melanjutkan usahanya di luar negeri, yang tidak bersalah harus menderita di dalam negeri.

Mengikuti Kata Orang

pemimpin perekonomian Indonesia banyak di dominasi oleh Aliran Neo Liberal yang melihat pertumbuhan ekonomi berdasarkan indikator IHSG (Indeks Harga saham Gabungan). IHSG ini berfluktuasi berdasarkan pendapat pasar yang sifatnya temporary dan semu, karena tidak berdampak langsung terhadap pertumbuhan kesejahteraan rakyat.

Fatalkah mengikuti kata orang ini? sangat fatal, karena yang tahu kondisi kita hanyalah diri kita sendiri.

Sebagai contoh kita lihat kisah luqman al hakim.

Luqman berjalan dengan anaknya menuju pasar

Luqman mengendarai himar dan anaknya mengikuti dari belakang,

orang berkata bapak yang kurang ajar anaknya dibiarkan berjalan.

Kemudian anaknya naik himar dan luqman berjalan,

orang berkata anak yang kurang ajar membiarkan orang tua berjalan.

Kemudian mereka naik berdua di punggung himar,

orang berkata dua orang yang kurang ajar kasihan himarnya.

Kemudian mereka turun berjalan disamping himar,

orang berkata dua orang yang kurang ajar tidak memanfaatkan himarnya.

Lihat kalau kita mengikuti kata orang maka kita tidak akan pernah benar, tergantung siapa yang memberikan pendapat,

mau menghancurkan atau mau mebinasakan.

Itu hanya dua kesalahan yang dapat saya pantau dari sudut pandang saya, entah dari sudut pandang lain.

Dengan kesalahan ini apakah perekonomian Indonesia akan pulih? kita optimis akan pulih, namun berapa lama? apakah kita masih sanggup menahan beban ini? Kalau pemulihan dari pemerintah kurang dapat diharapkan, apakah ada yang bisa kita lakukan untuk perbaikan. ????

For Additional Info jawa pos : kwik - Tentang utang IMF

Keep Professional

Sunday, February 26th, 2006

Pada saat setelah mengajukan "one month notice" untuk mengundurkan diri dari suatu perusahaan, biasanya seseorang bersikap masa bodoh, bersikap bekerja separuh hati, bahkan ada yang sehari masuk, sehari tidak.

Begitu juga orang yang akan pensiun, akan melakukan hal yang sama.

Sebenarnya perilaku yang demikian itu tidaklah baik, karena menunjukan bahwa kita tidak professional, dan akan merusak nama baik yang telah kita bina selama ini.

beberapa tahun yang lalu, pada saat saya akan meninggalkan suatu perkerjaan. Seorang kawan memberikan sebuah cerita yang pantas untuk di renungi.

Cerita nya sebagai berikut :

Ada seorang tukang pembuat rumah yang bekerja pada seorang Majikan. Rumah buatannya sangatlah terkenal kerapihannya, artistik, pokoknya mempunyai sentuhan seorang professional.

Berkat rumah buatannya tersebut, sang majikan mendapatkan banyak untung.

Pada saat tukang tersebut merasa sudah cukup tua, Dia minta pensiun. Sang majikan menawarkan posisi sebagai pengawas , itupun ditolaknya. Sehingga Akhirnya tukang tersebut mengambil keputusan apapun tawarannya, dia tetap mengajukan pensiun.

Merasa tukang tersebut sudah tidak dapat dipertahankan lagi, akirnya sang majikan memohon satu hal sebagai syarat pensiunnya, yaitu membangun sebuah rumah.

Akhirnya dibangunlah Rumah oleh tukang tersebut. Namun pembuatan rumah tersebut dilakukan dengan setengah hati, sehingga hasilnya kurang memuaskan. Sang majikan meminta tukang tersebut untuk memperbaiki bagian-bagian yang kurang bagus tersebut, namun hasil perbaikannya juga tidak sebagus pembuatan rumah-rumah yang sebelumnya dilakukan.

Ketika Sang majikan meminta untuk memperbaikinya kembali, sang tukang berkata, "sudahlah, saya sudah muak dengan pekerjaan ini". Sang Majikan akhirnya mengambil keputusan untuk menyudahi pembangunan rumah tersebut.

Pada saat rumah itu dianggap selesai, sang majikan memberikan upah Tukang tersebut, tanpa mengurangi seperak pun. Setelah itu dia memasukan kunci rumah tersebut ke dalam amplop.

Begitu si Tukang akan berpamitan, sang majikan memberikan amplop berisi kunci tersebut. sambil berkata "Bacalah surat di amplop tersebut, Tulisan itu sudah saya buat saat kamu akan memulai membangun rumah ini"

Ketika membaca surat di amplop tersebut barulah si tukang terperangah. karena tulisan dalam amplop itu berbunyi sebagai berikut.

"Tukang ku yang aku banggakan, terimalah rumah ini,

sebagai penghargaan atas hasil-hasil karya mu selama ini

jadikanlah rumah ini sebagai monumen mu di hari tua"

Kalau dipikir-pikir, kita tidak akan rugi bila kita mempertahankan keprofessionalan kita sampai hari terakhir, bahkan akan menaikkan nama kita.

Saya jadi teringat pada rud gullit dalam suatu pertandingan di AC Milan. AC milan pada saat itu dalam posisi kalah, namun Rud Gullit tetap bersemangat sampai Akhir pertandingan, bahkan tetap berusaha memberi umpan-umpan yang bagus.

Saya dengar komentator menyebutkan  "itulah ciri-ciri pemain professional, tetap berjuang sampai akhir pertandingan"

luruskan shaf

Tuesday, February 21st, 2006

"Luruskan dan rapatkan shaf, isi shaf paling depan", biasanya sang imam mengucapkan hal ini pada saat memulai shalat berjamaah. Namun fenomena yang terjadi saat ini orang sepertinya enggan merapatkan shaf nya, salah satu penyebabnya adalah model karpet yang dipakai di mesjid sekarang mempunyai motif Blok-blok,  sehingga tampak seolah-olah seperti gabungan-gabungan sajadah. Blok-blok ini seperti membentuk kavling-kavling. Kondisi ini membuat orang berfikir bahwa satu orang mendapatkan satu kavling "sajadah", Dan Yang lebih memperburuk “sajadah” tersebut telalu lebar untuk ditempati satu orang. Sehingga jarak antar jamaah shalat menjadi sangat renggang.

Pernah Saya coba berdiri mengangkangi batas "sajadah" tersebut, dengan maksud agar orang tidak berfikiran bahwa "sajadah" tersebut adalah kavling yang diperuntukan buat masing-masing mereka. Namun Kondisi ini malah membuat saya menempati dua kapling.

Apakah hal ini sepele???

Astaghfirullah, ternyata hal ini berbahaya dalam kehidupan kita beragama dan bersosial. Coba kita simak hadis dibawah ini

Shalat menjadi tidak sempurna

Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Luruskanlah barisan kalian. Sesungguhnya kelurusan barisan salat termasuk bagian dari kesempurnaan salat

Efeknya lebih berbahaya lagi, bila kita simak hadis berikut:

Hadis riwayat Nukman bin Basyir ra., ia berkata:
Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: Sebaiknya engkau mau meluruskan barisanmu atau Allah akan menancapkan rasa permusuhan di antara engkau

Bila kita simak hadis di atas dan ditambah lagi satu hadis yang pernah saya dengar, yang menyebutkan Allah akan memutuskan rahmatNya bagi orang-orang yang memutuskan shaf.

Jadi mungkin inilah yang mengakibatkan kita saling bermusuhan, kita tidak mendapat rahmat, dan kita melakukan shalat tetapi tingkah laku tetap saja seperti orang yang tak shalat.

Mungkin perlu tindakan dari pihak MUI untuk melarang penggunaan karpet seperti tersebut di atas, karena kondisi ini sangat berbahaya bagi umat.

for hadis above see Here

Prasangka Baik - Positive Thinking

Wednesday, February 15th, 2006

Waktu anak saya masih kecil dan masih Membutuhkan ASI, bila ia rewel pada saat istri saya sedang pergi, maka untuk menenangkannya saya harus menggendong-gendongnya sambil bergoyang-goyang. Sehingga cukup melelahkan.

Pada suatu saat istri saya harus melakukan sesuatu di rumah kakak nya, sehingga pada saat itu saya harus menjaga anak saya.

Entah bagaimana istri saya harus menunggu disana untuk waktu yang cukup lama, sehingga saya menjadi berfikiran negative, jangan-jangan dia sedang ngerumpi dengan ibu-ibu yang lain, sehingga perasaan saya menjadi kurang nyaman dan merasa kesal, sampai tampak di muka (mungkin).

Setelah penantian tersebut istri saya pulang sambil berlari-lari untuk mengurangi basah karena saat itu hujan rintik-rintik. Saya sambut kedatangannya dengan nada agak kesal “kok lama amat?, capek nih”, istri saya langsung menjawab “wah nunggu nya lama, orangnya pergi”, karena kekesalan hati ini muka ini tetep berkerut. Sehingga istri saya langsung membersihkan badan dan mengambil anak yang sedang saya gendong, dan berdiam diri sambil menenangkan anak kami dengan memberikan ASI.

(MAAFkan Daku, Istriku)

Kenapa saya tetap cemberut pada saat Istri saya memberikan alasan (yang memang benar) ?????

Hal itu terjadi karena saya berfikiran negative-bahasa agamanya Su Udhon atau berprasangka-buruk- sehingga energi yang diciptakan pun menjadi buruk dan itu tercermin di muka saya.

Demikian juga bila kita menunggu kerabat kita, contoh seorang anak yang biasanya pulang sekolah jam 13.00, namun sampai jam 15.00 belum pulang, maka kita yang menunggu akan merasa gelisah.

Rasa gelisah tersebut juga disebabkan oleh energi yang ditimbulkan karena kita berprasangka buruk, kita berfikir mungkin terjadi kecelakaan, mungkin … dan mungkin …. .

Bila kita berprasangka baik, Kita berfikiran mungkin jalanan macet, mungkin susah dapet bus, hal ini akan membuat kita tetap tenang sampai kedatangan kerabat kita tersebut. Dan mungkin kita tetap dapat berfikir jernih dalam saat penantian tersebut.

Jadi Beda antara berprasangka Baik (Positive thinking) dengan Berprasangka buruk (negative thinking) adalah perbedaan emosi kita dalam menghadapi peristiwa tersebut, sedangkan hasilnya tidaklah berbeda, bahkan bila kita berfikiran positive mungkin kita ikut mendoakan untuk hasil yang baik.

Bila kita berprasangka buruk, maka kita akan sangat lelah karena jantung kita berdebar-debar, kemarahan kita memuncak, bahkan ada yang memikirkan untuk mengakhiri hidupnya (naudzubillah).

Oleh Karena itulah kita harus menghindari prasangka buruk. Dalam agama, kita juga harus selalu berprasangka baik (husnu zhon) bahkan terhadap cobaan yang diberikan tuhan kepada kita.

Don’t Worry, Everything will be OK

Namun kita tetap harus waspada dan mohon pertolongan tuhan terhadap kejahatan-kejahatan orang, jangan karena kita berfikir husnu zhon kepada semua penumpang bus, lalu kita membiarkan orang yang meraba-raba saku belakang kita. Bisa-bisa dompet melayang (he…he…he)

10 Muharram

Thursday, February 9th, 2006

Hari ini 10 Muharram atau lebih dikenal dengan hari Aasyura. Hari ini adalah hari yang sangat istimewa, dan sangat sayang untuk dilewatkan.

Waktu saya kecil hari ini lebih dikenal dengan "lebaran Anak Yatim". dulu warga sekitar memberikan sumbangan kepada anak yatim, ada juga yang menyelenggarakan sunatan massal.

Di Saudi, banyak orang yang berpuasa.

Untuk menjelaskan keistimewaan hari ini, coba kita simak satu cerita dari "1001 kisah teladan" dibawah ini.

Dari Ibnu Abbas r.a berkata Rasulullah S.A.W bersabda :

" Sesiapa yang berpuasa pada hari Aasyura (10 Muharram)

maka Allah S.W.T akan memberi kepadanya pahala 10,000 malaikat

dan sesiapa yang berpuasa pada hari Aasyura (10 Muharram)

maka akan diberi pahala 10,000 orang berhaji dan berumrah,

dan 10,000 pahala orang mati syahid,

dan barang siapa yang mengusap kepala anak-anak yatim pada hari tersebut

maka Allah S.W.T akan menaikkan dengan setiap rambut satu darjat.

Dan sesiapa yang memberi makan kepada orang yang berbuka puasa

pada orang mukmin pada hari Aasyura,

maka seolah-olah dia memberi makan pada seluruh

ummat Rasulullah S.A.W yang berbuka puasa dan

mengenyangkan perut mereka."

Lalu para sahabat bertanya Rasulullah S.A.W :

" Ya Rasulullah S.A.W,

adakah Allah telah melebihkan hari Aasyura daripada hari-hari lain?".

Maka berkata Rasulullah S.A.W : " Ya, memang benar,

Allah Taala menjadikan langit dan bumi pada hari Aasyura,

menjadikan laut pada hari Aasyura,

menjadikan bukit-bukit pada hari Aasyura,

menjadikan Nabi Adam dan juga Hawa pada hari Aasyura,

lahirnya Nabi Ibrahim juga pada hari Aasyura,

dan Allah S.W.T menyelamatkan Nabi Ibrahim dari api

juga pada hari Aasyura,

Allah S.W.T menenggelamkan Fir’aun pada hari Aasyura,

menyembuhkan penyakit Nabi Ayyub a.s pada hari Aasyura,

Allah S.W.T menerima taubat Nabi Adam pada hari Aasyura,

Allah S.W.T mengampunkan dosa Nabi Daud pada hari Aasyura,

Allah S.W.T mengembalikan kerajaan Nabi Sulaiman juga pada hari Aasyura,

dan akan terjadi hari kiamat itu juga pada hari Aasyura !".

maka hendaklan kita memanfaatkan hari ini sebaik-baiknya, bagi yang terlewat mari kita nantikan hari aasyura tahun depan.

Muhammad SAW Vs Enemy

Wednesday, February 8th, 2006

dalam komputer saya  punya sebuah cerita dalam  "1001 kisah Teladan" dalam bahasa Malaysia, saya membaca sebuah kisah teladan berjudul "Rasulullah SAW dengan Pengemis Yahudi Buta".

setelah membaca cerita tersebut saya ragu apakah kita dapat mengikuti sunah nya yang ini, dalam menghadapi musuh kita.

Di sudut pasar Madinah Al-Munawarah

seorang pengemis Yahudi buta

hari demi hari apabila ada orang yang mendekatinya

ia selalu berkata "Wahai saudaraku jangan dekati Muhammad,

dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir,

apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya".

Setiap pagi Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawa makanan,

dan tanpa berkata sepatah kata pun

Rasulullah SAW menyuapi makanan yang dibawanya kepada pengemis itu

walaupun pengemis itu selalu berpesan agar tidak mendekati

orang yang bernama Muhammad.

Rasulullah SAW melakukannya hingga menjelang Beliau SAW wafat.

Setelah kewafatan Rasulullah tidak ada lagi

orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu.

Suatu hari Abubakar r.a berkunjung ke rumah anaknya Aisyah r.ha.

Beliau bertanya kepada anaknya,

"anakku adakah sunnah kekasihku yang belum aku kerjakan",

Aisyah r.ha menjawab pertanyaan ayahnya,

"Wahai ayah engkau adalah seorang ahli sunnah hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum ayah lakukan kecuali satu sunnah saja".

"Apakah Itu?", tanya Abubakar r.a.

Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang berada di sana", kata Aisyah r.ha.

Ke esokan harinya Abubakar r.a. pergi ke pasar

dengan membawa makanan untuk diberikannya kepada pengemis itu.

Abubakar r.a mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan itu kepada nya. Ketika Abubakar r.a. mulai menyuapinya,

si pengemis marah sambil berteriak, "siapakah kamu ?".

Abubakar r.a menjawab, "aku orang yang biasa".

"Bukan !, engkau bukan orang yang biasa mendatangiku",

jawab si pengemis buta itu.

Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang

dan tidak susah mulut ini mengunyah.

Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku,

tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut dengan mulutnya

setelah itu ia berikan pada ku dengan mulutnya sendiri",

pengemis itu melanjutkan perkataannya.

Abubakar r.a. tidak dapat menahan air matanya,

ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu,

aku memang bukan orang yang biasa datang pada mu,

aku adalah salah seorang dari sahabatnya,

orang yang mulia itu telah tiada.

Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW.

Setelah pengemis itu mendengar cerita Abubakar r.a.

ia pun menangis dan kemudian berkata,

benarkah demikian?, selama ini aku selalu menghinanya,

memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun,

ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi,

ia begitu mulia….

Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat dihadapan Abubakar r.a.

subhanallah

Fir’aun aja Tahluk

Monday, February 6th, 2006

Pekan ini adalah pekan yang berat buat saya. karena di pekan ini saya harus selesaikan report, yang akan dilanjutkan dengan audit. Dan perlu diketahui report sekarang merupakan crash program (dipercepat), dalam rangka melengkapi persyaratan pengajuan pinjaman. Jadi bisa dibayangkan tekanan yang saya dan bos alami untuk menyelesaikan report ini. Semua dalam kondisi “sumbu pendek” alias “mudah meledak”

Dalam tekanan seperti itu Alhamdulillah saya mendapat lagi suatu pelajaran. Pada saat saya membaca qur an QS 20 : 24-36, saya mendapat doa yang diperintahkan kepada Nabi Musa untuk dibaca saat akan menghadap Fir’aun (untuk memberi peringatan), yaitu sebuah doa yang sering kami baca waktu kecil pada saat akan memulai pengajian dirumah guru ngaji saya Abeh–almarhum (semoga Allah me-rahmat-inya).

Doa tersebut selalu saya baca saat akan menghadap bos untuk berdiskusi, Alhamdulillah semua diskusi berjalan lancar dan report dapat diselesaikan.

Doa itu adalah:                                Artinya

Robisy rohli shodri                          Ya Rabbku lapangkanlah dadaku

wa yasirlii amrii                              Dan mudahkanlah urusanku

wahlul uq datam minlisaanii             Dan lepaskanlah kekakuan lidah ku

yaf qahuu qaulii                              Supaya mereka mengerti perkataanku

Bila dada kita dilapangkan, maka kita dapat berfikir tenang

Bila urusan kita dimudahkan oleh Allah, maka selesai lah semua

Bila lidah kita lancar, maka kita dapat menyampaikan fikiran kita dengan lugas

Akhirnya tugas selesai, disampaikan dengan benar dan dimengerti

Masya Allah kalau kita lihat maksud dari doa ini, kita memohon ketenangan dalam semua urusan dan memohon kemudahan dalam menyampaikan fikiran kita.

Mungkin doa ini sangat ampuh bila dibaca pada saat akan menghadapi presentasi, diskusi, ujian sekolah, mungkin pada saat melamar gadis ;)).

Komentar dari teman saya “fir’aun aja tahluk (red: dengan doa itu), apalagi si bosky”.

Network (Silaturahim)

Sunday, February 5th, 2006

Akhir-akhir ini sering kita dengar kata network. apa lagi di dunia maya saat ini. seolah-olah kata tersebut sudah menjadi buah bibir. Arti kata network itu dapat juga diartikan sebagai jejaring pertemanan, atau yang lebih dikenal dengan Silaturahmi

Kalau kita dengar kata “koneksi’ atau “orang dalam” dalam hal mendapatkan suatu pekerjaan, maka maksud dari kata tersebut adalah hasil dari silaturahmi.

Kalau kita dengar kata “balas budi” atau “hutang budi” , maka maksud dari kata tersebut adalah hasil dari silaturahmi.

Pada saat-saat yang sangat kritis, dimana kesusahan sedang menimpa kita. tak jarang ada teman yang menolong kita tanpa kita duga-duga. Pernah suatu saat saya sudah boring dan muak dengan suatu pekerjaan, karena kesibukannya yang luar biasa. Tiba-tiba seorang teman menelpon untuk menawari sebuah pekerjaan. ternyata dia mendapat informasi tentang keadaan saya dari teman yang lain. Alhamdulillah saya selamat berkat pertemanan.

Di lain kesempatan, pada saat saya sedang membutuhkan uang ekstra. saya menawarkan jasa konsultasi kepada teman saya yang menjalankan perusahaan. Alhamdulillah kebutuhan saya terpenuhi berkat pertemanan.

ada lagi seseorang yang sedang kebingungan karena anaknya sakit dan tak punya uang. tiba-tiba datang temannya dan memberikan uang, sehingga ia terheran, dari mana temannya tahu bahwa ia butuh uang. Alhamdulillah ia selamat berkat pertemanan.

ada lagi orang yang bergaul dengan kalangan atas. karena keahliannya dibidang olah raga, ia pernah menjabat sebagai pengurus suatu cabang olahraga tingkat nasional. yang membawanya kepada hubungan pertemanan dengan petinggi-petinggi negeri ini. Didukung oleh pertemanannya dengan petinggi-petinggi negeri ini, ia dapat menjalankan bisnis memasok kebutuhan-kebutuhan lembaga-lembaga pemerintahan.

Mungkin banyak pengalaman dari pembaca yang lebih menarik mengenai manfaat dari pertemanan, dan manfaat itu tidak hanya berupa pekerjaan dan uang, dapat juga berupa bantuan dalam memecahkan masalah atau nasihat mengenai hidup sehat dan sebagainya.

Bayangkan kalau kita dapat membina hubungan pertemanan atau silaturahmi dengan maksimal kepada siapapun tanpa terkecuali, mungkin kita akan mudah dalam menjalani hidup ini.

Sebagai penutup mungkin perlu kita simak kata-kata bijak berikut ini:

Rasulullah SAW bersabda, ”Siapa yang senang diperluas rezekinya dan diperpanjang umurnya, maka hendaklah ia bersilaturahim.” (HR Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah).

Happy New Year Muharram

Wednesday, February 1st, 2006

It’s been a hard days nights

and I’ve been working like a dog

It’s been a hard days nights

And I’ll be sleeping like a log

enak kali yach kalo sleeping like a log (kayu) alias tidur matiiiiiiiiii.

Really, it’s been a hard days for me, diuber date line laporan itulah resiko bookkeeper.

abis tidur mati (sleeping like a log).

Bagaimana kita menyikapinya

  • ada yang baca doa

"Segala puji bagi Allah, zat yang menghidupkanku setelah matiku, dan hanya padanyalah pertolongan"

"Alhamdulillahi ladzi ahyana bada ma amattana wa ilaihi nushur"

  • ada yang menyanyikan lagu

Why does the shine go on shining

why does the sea rush to shore

don’t they know it’s the end of the wolrd

it’s ending when you said good bye

  • Ada lagi teman saya yang unik, dia bilang "selama Allah masih membangunkan saya pagi ini, berarti Allah masih akan memberikan rizki kepada anak, istri saya", tugasnya hari ini adalah mencari rizki tersebut
  • Ada yang bangun tidur nggak ngapa-ngapain cuman males-malesan ditempat tidur

Apa pun yang kita lakukan Allah tetap memberikan rizkiNya, Maha pengasih dan Penyayangnya Allah, Alhamdulillah.

…..

Happy New Year Muharram, semoga tuhan membimbing kita untuk selalu membaca doa di atas pada saat kita bangun tidur, yang dengan itu Allah akan memberikan kita pertolongan pada hari-hari mendatang, pada pekan-pekan mendatang, pada bulan-bulan mendatang, pada tahun-tahun mendatang

Amiiiiiiin