luruskan shaf
"Luruskan dan rapatkan shaf, isi shaf paling depan", biasanya sang imam mengucapkan hal ini pada saat memulai shalat berjamaah. Namun fenomena yang terjadi saat ini orang sepertinya enggan merapatkan shaf nya, salah satu penyebabnya adalah model karpet yang dipakai di mesjid sekarang mempunyai motif Blok-blok, sehingga tampak seolah-olah seperti gabungan-gabungan sajadah. Blok-blok ini seperti membentuk kavling-kavling. Kondisi ini membuat orang berfikir bahwa satu orang mendapatkan satu kavling "sajadah", Dan Yang lebih memperburuk “sajadah” tersebut telalu lebar untuk ditempati satu orang. Sehingga jarak antar jamaah shalat menjadi sangat renggang.
Pernah Saya coba berdiri mengangkangi batas "sajadah" tersebut, dengan maksud agar orang tidak berfikiran bahwa "sajadah" tersebut adalah kavling yang diperuntukan buat masing-masing mereka. Namun Kondisi ini malah membuat saya menempati dua kapling.
Apakah hal ini sepele???
Astaghfirullah, ternyata hal ini berbahaya dalam kehidupan kita beragama dan bersosial. Coba kita simak hadis dibawah ini
Shalat menjadi tidak sempurna
Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Luruskanlah barisan kalian. Sesungguhnya kelurusan barisan salat termasuk bagian dari kesempurnaan salat
Efeknya lebih berbahaya lagi, bila kita simak hadis berikut:
Hadis riwayat Nukman bin Basyir ra., ia berkata:
Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: Sebaiknya engkau mau meluruskan barisanmu atau Allah akan menancapkan rasa permusuhan di antara engkau
Bila kita simak hadis di atas dan ditambah lagi satu hadis yang pernah saya dengar, yang menyebutkan Allah akan memutuskan rahmatNya bagi orang-orang yang memutuskan shaf.
Jadi mungkin inilah yang mengakibatkan kita saling bermusuhan, kita tidak mendapat rahmat, dan kita melakukan shalat tetapi tingkah laku tetap saja seperti orang yang tak shalat.
Mungkin perlu tindakan dari pihak MUI untuk melarang penggunaan karpet seperti tersebut di atas, karena kondisi ini sangat berbahaya bagi umat.
for hadis above see Here