Archive for November, 2006

Jalan Pintas

Thursday, November 16th, 2006

Ada Bedak bayi Palsu, kalo dipake ke bayi membuat badan menjadi gatal-gatal.

Ada obat palsu, bila diminum orang tersebut tidak sembuh-sembuh.

Saya dapat kabar dari seseorang, kemarin dia membeli sirup XXXxxxXXXxxxXXX harganya sama dengan di supermarket, tapi begitu diteliti banyak hal-hal yang janggal, mulai dari tutup botolnya tidak bersegel, di crop/tutup nya tidak terdapat logo sirup tersebut, apalagi rasanya yang beda banget.

Saya berfikir, kok banyak orang yang mengambil jalan pintas, mungkin maksudnya biar cepet kaya yach. Dengan membuat barang tiruan, mereka hanya mengeluarkan uang sedikit, tapi penjualan sudah terjamin.

Padahal berdagang itu harus jujur, kalo kata guru ngaji saya, berdagang itu dulu, penjual dalam menawarkan barangnya, menyebutkan Harga pokok saya segitu, silahkan anda mau beli berapa. Dan kalau menceritakan kondisi barangnya harus yang sebenarnya.

Saya baca juga di 1001 kisah teladan, ada penjual permata yang barang dagangannya dijual oleh penjaga tokonya sampai tiga kali lipat dari harganya. Setelah mengetahui barang tersebut dari tokonya, dan dijual dengan harga yang tinggi. Dia mengajak pembeli tersebut kembali ke toko nya untuk mengambil uang kelebihannya. padahal si pembeli sudah meng-iklash-kan dan dia memberitahu bahwa didaerahnya harganya lebih tinggi.

Mungkin karena di indonesia sekarang orang sudah banyak menghambakan diri kepada materi (baca: uang), jadi semua orang mengambil jalan pintas untuk memperoleh uang yang banyak. Ada anggapan bahwa ‘uang yang berbicara’. Akhirnya banyak orang yang korupsi besar-besaran, karena kalo dikit, buat bayar pengacara saja tidak cukup, apatah lagi untuk mengembalikan ke kas negara, boro-boro buat mendapatkan (baca: membeli) remisi.

Nikmatnya Proses

Tuesday, November 7th, 2006

Ada cerita menarik mengenai pentingnya sebuah proses yaitu cerita mengenai kepompong yang sedang dalam proses menjadi kupu-kupu.

Ceritanya demikian:

Ada seekor ulat yand sedang menjalani proses perubahan dirinya menjadi kepompong, setelah proses di dalam kepompong usai Ia berusaha keluar dari kepompong tersebut.

Ada manusia yang melihat betapa susahnya usaha mahluk tersebut untuk keluar dari kepompong. Kemudian Manusia itu mengambil gunting dan merobek kepompong dan keluar lah mahluk tersebut. Namun sangat disayangkan kupu-kupu tersebut tidak mempunyai sayap yang cukup kuat untuk terbang. Sehingga Kupu-kupu tersebut hanya menggunakan kakinya untuk bergerak. Apakah ia dapat bertahan hidup  ???

Dari cerita tersebut dapat difahami bahwa kesusahan dalam suatu proses, akan menghasilkan pembentukan yang baik bagi pelaku proses.

Banyak lagi contoh entrepreneur yang mengalami berkali-kali jatuh bangun sebelum mencapai kondisi yang mantap saat ini. Ada yang berkomentar bukan masalah berapa kali jatuhnya, tetapi kesanggupan untuk bangkit kembali lah yang penting.

Kadang kita tidak menyadari bahwa kita saat lalu dan saat ini masih melalui suatu proses yang panjang, dan proses ini mau tidak mau akan membentuk kepribadian dan perilaku kita. Sebagai contoh kondisi susah yang kita alami pada masa lalu akan menjadikan kita pribadi yang menghargai uang. Dan banyak lagi contoh yang lain

Kalau kita mengalami kesulitan maka kita harus bersabar menghadapi kesulitan tersebut, bila kita berhasil menghadapinya maka pasti pribadi kita akan bertambah matang. Dalam Quran Allah berfirman “Sesungguhnya di balik kesulitan ada kemudahan”. Jadi Yakin lah bahwa kita akan mencapai suatu yang membahagiakan setelah kita menjalani proses-proses kehidupan ini.

Fenomena yang terjadi saat ini, banyak orang tua yang mengalami kesusahan pada saat lampau, tidak menginginkan anak-anak nya mengalami kesulitan yang serupa. Apakah mereka akan setegar kita dalam menghadapi kehidupan yang lebih berat di masa mendatang, wallahualam.

Mudah-mudahan Allah memberikan proses kepada mereka yang lebih baik sehingga mereka dapat tegar. aamiin