Jalan Pintas
Ada Bedak bayi Palsu, kalo dipake ke bayi membuat badan menjadi gatal-gatal.
Ada obat palsu, bila diminum orang tersebut tidak sembuh-sembuh.
Saya dapat kabar dari seseorang, kemarin dia membeli sirup XXXxxxXXXxxxXXX harganya sama dengan di supermarket, tapi begitu diteliti banyak hal-hal yang janggal, mulai dari tutup botolnya tidak bersegel, di crop/tutup nya tidak terdapat logo sirup tersebut, apalagi rasanya yang beda banget.
Saya berfikir, kok banyak orang yang mengambil jalan pintas, mungkin maksudnya biar cepet kaya yach. Dengan membuat barang tiruan, mereka hanya mengeluarkan uang sedikit, tapi penjualan sudah terjamin.
Padahal berdagang itu harus jujur, kalo kata guru ngaji saya, berdagang itu dulu, penjual dalam menawarkan barangnya, menyebutkan Harga pokok saya segitu, silahkan anda mau beli berapa. Dan kalau menceritakan kondisi barangnya harus yang sebenarnya.
Saya baca juga di 1001 kisah teladan, ada penjual permata yang barang dagangannya dijual oleh penjaga tokonya sampai tiga kali lipat dari harganya. Setelah mengetahui barang tersebut dari tokonya, dan dijual dengan harga yang tinggi. Dia mengajak pembeli tersebut kembali ke toko nya untuk mengambil uang kelebihannya. padahal si pembeli sudah meng-iklash-kan dan dia memberitahu bahwa didaerahnya harganya lebih tinggi.
Mungkin karena di indonesia sekarang orang sudah banyak menghambakan diri kepada materi (baca: uang), jadi semua orang mengambil jalan pintas untuk memperoleh uang yang banyak. Ada anggapan bahwa ‘uang yang berbicara’. Akhirnya banyak orang yang korupsi besar-besaran, karena kalo dikit, buat bayar pengacara saja tidak cukup, apatah lagi untuk mengembalikan ke kas negara, boro-boro buat mendapatkan (baca: membeli) remisi.