Archive for August, 2007

Indonesia Masih Ada

Thursday, August 23rd, 2007

Saya terharu, ternyata Presiden Indonesia masih didengar oleh rakyat dan titahnya masih seperti Raja.

nggak Percaya lihat berita ini SBY Jumpa Pers.

Diberita itu disebutkan 12 jam setelah jumpa pers seorang anak, yang di culik, dibebaskan.

Kalau disimak, pelaku penculikan berada jauh di luar garis komando Pak SBY langsung melaksanakan titahnya, Berarti orang yang berada digaris komandonya, harus lebih hebat dalam melaksanakan titah Bapak SBY.

Saya akan lebih terharu lagi kalo Bapak SBY mau jumpa pers mengenai pendidikan di Indonesia dan eeeee satu lagi deh pak SBY, masalah Lumpur sidoarjo, kasihan harap saya jangan sampe ulangtahun ke dua.

-untukurusanituajamaurepot,gimanaurusanlainnya ???-

Bantu Anak Yatim berhadiah ‘Marketing’

Tuesday, August 21st, 2007

Membantu anak Yatim berhadiah ‘Marketing’ ???? gimana caranya???

Beberapa saat yang lalu saya bertemu dengan seorang ibu muda yang berjualan peyek udang dan peyek kacang. Peyeknya dijual bungkusan besar.

Ibu muda itu memulai usahanya sesaat sebelum tanggal 10 Muharam tahun ini. Mulanya Ia membuat peyek untuk tambahan dana untuk kegiatan ‘lebaran anak yatim’ yang dirayakan pada tanggal 10 Muharam.

Ibu muda itu memasarkan peyek kepada mayarakat sekitar. tanpa disangka, sampai sekarang banyak reorder dari masyarakat sekitar, dan juga dari pembeli baru (new buyer).

Jadi dengan memasarkan produk tersebut untuk bantu anak yatim, maka keinginan untuk membeli (intention to buy) dari calon konsumen sudah diperoleh. dilanjutkan dengan pengalaman konsumen berinteraksi dengan produk. Dilanjutkan lagi dengan action to buy yang dicerminkan dengan reorder dan bertambahnya konsumen baru.

Coba dibayangkan berapa besar biaya marketing yang dikeluarkan oleh produsen makanan yang baru untuk mendapatkan itention to buy. Sekarang kita lihat berapa besar yang dikeluarkan oleh ibu muda itu untuk mendapatkan intention to buy buat peyek yang dijualnya.

Jadi nggak berlebihan kalo saya bilang ibu itu telah mendapatkan ‘marketing’ gratis atas produk yang dijualnya.

Bayangkan lagi kalo anda ditawarkan suatu barang dengan embel-embel ‘buat bantu anak yatim’, pasti anda akan membelinya (kalau duit dikantong ada tentunya), bahasa kerennya ‘For Charity’.

AQUA saja meniru cara ini dengan program 1 liter untuk 10 liter air bersih (joke mode : ON). ‘Aqua untuk anak Indonesia’ kata zidane. Tahu berapa biayanya? yang jelas ongkos pesawat zidane aja lebih dari 10 juta.

Jadi kalo kita beramal jangan hitung-hitung berapa yang kan kembali ke kita, karena Allah berjanji akan mendatangkan rezeki dengan cara yang tidak disangka, dan tak terhingga (bahasa betawi: nggak peritungan) (bahasa arab :bi ghoiri hisab).

Buku Sekolah

Thursday, August 2nd, 2007

Buku Sekolah sekarang ini tampilannya bagus, kualitas cetakannya menarik, tidak seperti buku pelajaran Sekolah dulu.

Dulu kami meminjam buku keluaran Balai Pustaka dari Perpustakaan sekolah, yang sudah digunakan oleh kakak kakak kelas sebelumnya.

Memang buku yang menarik dan enak dibaca otomatis akan meningkatkan kemauan belajar dan  bagus untuk dijadikan koleksi. (saya masih mengoleksi Buku Kuliah yang masih saya jadikan referensi samapai saat ini)

Tetapi menurut pengamatan saya buku Sekolah nggak perlu dicetak sebagus itu, karena buku sekolah sekarang hanya digunakan selama 1 tahun (fakta, buku bekas kakak nggak bisa dipakai lagi). Materinya juga nggak bisa dijadikan referensi sampai bertahun-tahun, karena sifat pendidikannya yang dasar, dan banyak buku-buku lain yang memuat materi yang sama.

Perubahan materi dibandingkan buku tahun lalu biasanya hanya mengenai soal-soal yang ditanyakan. sedangkan isinya hampir sama, kalo tidak boleh disebutkan sama banget. Dan perlu dicatat, bila isi suatu buku sudah tidak up to date dalam waktu kurang dari dua tahun, maka perlu ditanyakan ‘niat ingsun’ penulisnya.

Jadi sih kalo menurut saya sayang kalo buku sekolah dibuat bagus-bagus, dipakai satu tahun, setelah itu dibuang. Akan lebih baik kalo kita alihkan potensi ekonomi rakyat untuk buku sekolah ke hal lain yang lebih meningkatkan kesejahteraan.

Ingat anak pintar bukan hanya karena buku, tapi juga faktor lain, misalnya asupan gizi.