Buku Sekolah
Buku Sekolah sekarang ini tampilannya bagus, kualitas cetakannya menarik, tidak seperti buku pelajaran Sekolah dulu.
Dulu kami meminjam buku keluaran Balai Pustaka dari Perpustakaan sekolah, yang sudah digunakan oleh kakak kakak kelas sebelumnya.
Memang buku yang menarik dan enak dibaca otomatis akan meningkatkan kemauan belajar dan bagus untuk dijadikan koleksi. (saya masih mengoleksi Buku Kuliah yang masih saya jadikan referensi samapai saat ini)
Tetapi menurut pengamatan saya buku Sekolah nggak perlu dicetak sebagus itu, karena buku sekolah sekarang hanya digunakan selama 1 tahun (fakta, buku bekas kakak nggak bisa dipakai lagi). Materinya juga nggak bisa dijadikan referensi sampai bertahun-tahun, karena sifat pendidikannya yang dasar, dan banyak buku-buku lain yang memuat materi yang sama.
Perubahan materi dibandingkan buku tahun lalu biasanya hanya mengenai soal-soal yang ditanyakan. sedangkan isinya hampir sama, kalo tidak boleh disebutkan sama banget. Dan perlu dicatat, bila isi suatu buku sudah tidak up to date dalam waktu kurang dari dua tahun, maka perlu ditanyakan ‘niat ingsun’ penulisnya.
Jadi sih kalo menurut saya sayang kalo buku sekolah dibuat bagus-bagus, dipakai satu tahun, setelah itu dibuang. Akan lebih baik kalo kita alihkan potensi ekonomi rakyat untuk buku sekolah ke hal lain yang lebih meningkatkan kesejahteraan.
Ingat anak pintar bukan hanya karena buku, tapi juga faktor lain, misalnya asupan gizi.