Arti dari sebuah nama

Malam itu saya sedang membolak-balik buku yang memuat ‘nama-nama’, maklum kami sedang mencari nama untuk anak ketiga kami. Tell the truth, pusing juga mencari nama untuk anak.

Saya terus membolak-balik sambil sesekali meminta persetujuan, ‘kalo ini? kalo itu?’ sambil menjelaskan arti dari nama yang saya sebutkan. Semuanya selalu dijawab dengan gelengan, atau kata ‘jangan itu ah’. "Pokoknya jangan diakhiri dengan vokal ‘i’ " kata Mama, "biasanya, jadi bandel" lanjutnya. Aku sih cuman nyengir, "apa iya???" bisik ku dalam hati. "Contohnya A***i, A***i ", lanjut Mama seolah mendengar bisikan dalam hati ku ;)).

"Kalo nama Ku artinya apa pa?" tanya si sulung penasaran, si sulung yang sejak tadi ikut mendengarkan sambil membolak balik majalah yang dibeli sore tadi. Saya menutup buku sambil berkata "kalo Tiara artinya mahkota. Jadi Tiara Putri adalah Mahkota dari putri-putri. Papa berdoa semoga Tiara menjadi pemimpin putri-putri, kaum perempuan, atau jadi putri yang dihormati". "Amin" sambung istriku.

"kalo nindya artinya apa pa?" Tanya si Adek yang juga jadi ikutan penasaran. "Anindya itu artinya sempurna" ujarku. "Pratista itu tegar, kuat pendiriannya, atau istiqoma" lanjutku. "Jadi Anindya Putri Pratista adalah Putri sempurna yang tegar, atau istiqomah" simpulku. "semuanya bahasa sansekerta. Bahasa orang-orang dulu. Nama papa juga bahasa sansekerta". "Lesmana" tegasku.

"Kalo nama kakak, Bahasa Apa?" ujar si Adek. "Kalo Tiara, bahasa international, bahasa inggris, bahasa indonesia, juga bahasa latin" jawabku sok tahu.

"Kalo Yos Lesmana artinya apa pa?" tanya si sulung. "Yos itu biasanya singkatan dari yosef, atau yusuf. Sedang Lesmana itu nama tokoh dalam wayang" jawabku. "Jadi artinya apa pa?" tanya si Adek penuh penasaran. "Nggak tahu, Opa yang kasih nama, mungkin karena papa ganteng kayak nabi Yusuf" jawabku. "betul kan, ma?" lanjutku minta penegasan, yang disambut dengan koor trio angel ku dengan ‘u-dowo’ alias "uuuuuuuuuu". Kami pun tertawa.

"Nggak tahu, kata Oma, dulu ada tetangga yang namanya Yos, Jadi Opa kasih nama papa seperti nama tetangga itu" ujarku berusaha menjelaskan. Mereka masih terdiam menunggu penjelasan lebih lanjut dariku. "Wah udah malem nih, Papa terusin cari namanya besok aja deh" kataku mengingatkan bahwa sekarang adalah waktunya tidur.

Kedua angelku segera lari ke kamar mereka. Seakan mereka lupa akan pertanyaan mereka yang belum ku jawab tuntas. Secara berbarengan mereka mengucapkan "selamat bobok mama, selamat bobok papa". Lucunya kami pun berbarengan menjawab "Selamat bobok sayang". "jangan lupa baca doa!" lanjut istriku.

Saat aku membenahi buku-buku tadi, pikiran ku melayang dan menimbulkan senyum lebar dibibirku. Segera istriku menyambut, "kenapa, papa kok senyum-senyum sendiri?". "nggak, kepikiran aja. Apa yang akan dijawab sama saudaranya Papa, yang namanya No**r, Ni**on,Gi**l, kalau ditanya apa arti nama mereka oleh anak-anaknya" Jawabku sambil tersenyum.

"Nama buat anak kita nanti, tiga kata, atau dua kata, ma?" tanyaku. "lihat aja nanti". jawabnya asal.

"Anak sekarang namanya panjang-panjang. Tapi panggilannya cuman ‘uu’ atau ‘ii’ khan nggak jadi doa lagi",ujarku yang disetujui istriku dengan senyumannya.

Kemudian kami berdua masuk ke kamar kami sambil menutup pintu, agar adegan yang terjadi selanjutnya menjadi rahasia kami. kam* **** *** [censored).

Leave a Reply